Resume Artikel Ilmiah "Pengetahuan, pemahaman dan praktik terkait penelitian dalam kesehatan mental masyarakat: suara pekerja sosial dan terapis okupasi"

 


Hasil menunjukkan bahwa penelitian tidak dianggap sebagai bagian integral dari identitas profesional pekerja sosial dan terapis okupasi. Peserta merasa bahwa penelitian harus langsung berhubungan dengan praktik klinis dan mengakui keterampilan penelitian yang diperlukan untuk praktik berbasis bukti. Namun, banyak yang mengalami kendala terkait keterampilan dan sumber daya serta merasa bahwa aktivitas penelitian lebih terpisah dari pekerjaan klinis mereka sehari-hari.

Penelitian ini menyarankan strategi untuk meningkatkan integrasi aktivitas penelitian dalam praktik klinis, mendukung peran dokter dalam mengatasi tantangan yang ada, dan mempromosikan keterlibatan dalam praktik berbasis bukti. Ini penting untuk meningkatkan penerapan penelitian dalam layanan kesehatan mental yang membutuhkan keterampilan penelitian yang lebih baik untuk menilai dan menyesuaikan praktik berbasis bukti mereka.

Studi ini mengeksplorasi tantangan dan hambatan yang dihadapi dokter dalam melakukan penelitian di lingkungan kesehatan mental masyarakat di Australia. Penelitian ini mengidentifikasi empat subtema utama yang mempengaruhi keterlibatan dokter dalam penelitian: kekurangan waktu, komunikasi yang buruk, kurangnya kepemilikan, dan ketidakpastian tentang apa yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian.

1. Kekurangan Waktu: Peserta mengeluhkan tidak adanya waktu dalam peran klinis mereka untuk melakukan penelitian. Mereka merasa bahwa penelitian dianggap sebagai kegiatan tambahan yang tidak memiliki tempat dalam rutinitas sehari-hari mereka. Kurangnya waktu juga menghambat kemampuan mereka untuk merencanakan dan mengembangkan proposal penelitian dengan baik. Ketidakmampuan untuk mengalokasikan waktu mempengaruhi kreativitas dan kualitas penelitian yang dapat mereka lakukan.

2. Komunikasi yang Buruk: Peserta merasa bahwa komunikasi mengenai proyek penelitian, peluang, dan hasil sangat kurang. Mereka sering kali tidak mengetahui siapa yang melakukan penelitian atau hasil dari penelitian tersebut. Kurangnya komunikasi membuat mereka harus secara aktif mencari informasi tentang penelitian yang dilakukan, yang seringkali membuat mereka merasa terasing dari proses penelitian.

3. Kurangnya Kepemilikan: Sebagian besar peserta melaporkan kurangnya pengalaman dalam memimpin proyek penelitian dan merasa tidak memiliki kepemilikan atas penelitian tersebut. Mereka juga merasa tidak yakin dengan kemampuan mereka untuk memimpin proyek, yang mengakibatkan kurangnya visi dan pembubaran proyek penelitian.

4. Ketidakpastian tentang Sumber Daya dan Dukungan: Peserta menunjukkan kurangnya kesadaran mengenai sumber daya dan dukungan yang tersedia untuk penelitian. Mereka tidak tahu di mana harus mencari bantuan atau pelatihan yang dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan penelitian mereka.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun para dokter memiliki minat dalam penelitian dan menyadari pentingnya penelitian berbasis praktik, mereka merasa penelitian bukan bagian dari identitas profesional mereka. Budaya organisasi dan struktur manajerial saat ini tidak mendukung integrasi penelitian dalam peran klinis sehari-hari. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan perubahan dalam pendidikan medis, kebijakan organisasi, dan budaya kerja agar penelitian dianggap sebagai bagian integral dari praktik klinis. Penelitian ini merekomendasikan bahwa integrasi keterampilan penelitian dalam pendidikan medis dan pengembangan kapasitas penelitian di lingkungan kerja sangat penting untuk meningkatkan keterlibatan dokter dalam penelitian.

Penelitian ini menyoroti hambatan utama yang dihadapi dokter dalam melakukan penelitian di lingkungan kesehatan mental masyarakat Australia, termasuk kekurangan waktu, komunikasi yang buruk, kurangnya kepemilikan, dan ketidakpastian mengenai sumber daya. Dokter merasa penelitian bukan bagian dari identitas profesional mereka, meskipun mereka menyadari pentingnya penelitian berbasis praktik. Untuk mengatasi tantangan ini, perlu dilakukan perubahan dalam pendidikan medis dan kebijakan organisasi agar penelitian dapat diintegrasikan secara efektif dalam praktik klinis sehari-hari.

Tugas PKKMB : Aliyya Putri Ma'rifatus Saniyyah

Komentar